Ibadah Natal Perkantas 6 Desember 2014

Ibrani 10:19-25

Pembicara: Ev. Inawaty Teddy, Th.M

Natal itu adalah penantian yang lama bagi orang Yahudi.

Dalam Ibrani 10:4

Ga mungkin darah binatang menghapus dosa manusia.

Dulu, yang bisa masuk Ruang Maha Kudus, cuma imam saja. Sekarang, kita bisa masuk karena Tuhan membuka tabirNya, yaitu di dalam diriNya sendiri.

Maka, perubahan tersebut harusnya membawa kita pada beberapa hal, yaitu:

  • Iman (ayat 22)
  • Pengharapan
  • Kasih

Marilah kita datang menghadap Allah dengan keyakinan iman kepada mesias, yaitu Yesus Kristus. Haruslah iman yang sejati, supaya kita bisa datang ke hadirat Tuhan dengan keyakinan iman yang teguh (saat badai datang, kita tetap beriman pada Tuhan, dan ga jadi murtad).

Waktu ibadah ini, saya berada dalam titik terpuruk hidup saya jujur. Waktu itu saya mau dioperasi dan mama saya sedang dirawat di Rumah Sakit karena Kolik Renal. Dan malah, dia yang menyuruh saya untuk ikut dengan teman-teman saya ke Natal ini. Dan Puji Tuhan, saya mendapat pesan keras dari Tuhan bahwa kalo lu berbuah la, lu bakal teguh la, ga sedih kayak gini… Yah elah, baru gini doang udah lemah…

Jujur saja semenjak bapak saya meninggal kira-kira 11 tahun yang lalu, setiap kali mama sakit, bahkan sakit biasa pun saya takut, bahkan jadi marah-marah sama mama, karena saya takut dia kenapa-kenapa. Belum lagi, kesehatan saya sendiri yang entah bagaimana, huh… Tuhan, serasa dunia ini setengah runtuh waktu itu…

Matius 13:18 sampai habis perikopnya,,, berbicara mengenai Perumpamaan seorang penabur.

Yohanes 15:1-2

Ada orang yang tidak berbuah bisa masuk Surga, hanya kita tidak bisa yakin kita adalah orang yang diselamatkan atau belum.

1 Korintus 3:12-15

Iman tanpa pengharapan itu mati. Pengharapan adalah sesuatu yang belum keliatan. Penderitaan kita tidak ada apa-apanya dengan kemuliaan yang akan kita terima nantinya.

Tuhan memerintahkan kita tidak untuk hidup, tapi untuk taat.

Kita ga mungkin taat, kalo kita ga punya iman dengan pengharapan pada Tuhan.

Yohanes 13:34-35

Kalo kita saling mengasihi, orang akan tahu kalo kita murid Tuhan.

Mengasihi sesama = Mengasihi diri sendiri

Mengasihi seiman = Mengasihi Tuhan

Kejadian 2:18

Tuhan berkati! 🙂 🙂 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s