Salah nonton Film

Hari ini dan besok adalah waktu buat saya untuk menghilangkan kepenatan saya akibat Kepenatan kuliah yang benar-benar padat dan kepenatan karena beberapa waktu lalu saya kena banjir sampai 6 kali. Tapi, banyak hal yang bisa saya syukuri karena saya bisa berdoa dengan teman dekat saya lagi seperti dulu. Sedikit kesaksian saja, saya dan teman saya ini pernah satu kostan bareng waktu jaman-jamannya banjir tahun lalu di Jakarta, dan saat itu udah ga banjir lagi sih, tapi kami memutuskan untuk menetap 1 bulan di kostan sementara yang bebas dari banjir. Saat itu saya mau UAS Aljabar Linier, dan bener-bener saya takut akan mata kuliah itu, karena salah dikit aja, itu tuh bakal fatal banget jadinya. Yah, di situ tuh kami berdoa bareng dan temen-temen di kostan itu pada ngetok-ngetok kamar saya buat nanyain “Teori-teori baru” soal matkul tersebut. Akhirnya kami mempercepat doa kami dan puji Tuhannya “Teori-teori baru” tersebut gak masuk sama sekali dan UAS saya lancar. Semua karena kasih Tuhan. Kalo gak ada Tuhan Yesus yang menyertai saya, saya ga akan sanggup menghadapi semuanya.

Malam ini  saya dan teman-teman saya menangis bersama karena sebuah film yang seharusnya gak saya tonton, tentunya dengan rekan korban banjir tahun lalu. Film itu bercerita mengenai eksekusi mati seorang pelaku yang sebenarnya tidak bersalah apa-apa. Dia mengalami gangguan mental  dan dia dipaksa mengaku kalau dia adalah tersangka dari semua kejadian itu, kalo dia gak mau ngaku, anak perempuannya bakalan dibunuh dan diperlakukan sama. Dia gak mau hal itu terjadi, oleh karena itu akhirnya ia berpisah dengan anak perempuannya yang masih kecil itu dan mereka menangis tersedu-sedu. Saya jadi inget dengan bapak saya. Saya rindu juga, tapi saya mengerti dia sudah berada di tempat yang sangat indah sekarang. Dia sudah ada di surga. Dia tak perlu menghadapi banjir lagi, dia gak perlu UAS semester 3 lagi, dia gak capek lagi menghadapi kehidupan dunia ini yang begitu sulit untuk dimengerti. Dia sudah tenang di sana. Kalo saya tau endingnya, saya ga mau tonton itu, karena kalau saya inget lagi, saya bakalan sedih lagi. perpisahan saya dengan anak perempuan itu sama-sama berpisah dengan orang terkasih yang pergi untuk selamanya, bedanya ayahnya dieksekusi mati, dan bapak saya karena alasan berbeda.

Akhir cerita, ini adalah tulisan saya yang memisahkan saya dan anda sementara selama 3 minggu-1 bulan ini. Saya mau fokus persiapan UAS dulu. Doain saya biar sukses ya UASnya, dan semoga apapun yang anda lakukan, Tuhan sertai dan berkati senantiasa.

Kita mungkin akan kehilangan orang yang kita sayangi, sama seperti saya kehilangan bapak saya. Saya sedih, tapi selama ini ada yang bisa saya sadari bahwa ada Tuhan Yesus yang selalu bersama saya.

SEE YOU NEXT MONTH…

God Bless you all…

Advertisements

2 thoughts on “Salah nonton Film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s