6 November 2003

Meskipun saya berusaha keras buat gak nangis selagi nulis ini, tapi saya gak bisa bohongi perasaan saya sendiri. Tepat 10 tahun yang lalu jam 5 sore orang paling terkasih dalam hidup saya meninggalkan dunia ini. Sosok yang saya sangat banggakan, paling perhatian sedunia. Orang yang selalu memuji cara baca buku saya waktu masih kecil. Orang yang selalu saya beritahu cita-cita pertama saya jadi Profesor penerbangan. Orang yang selalu menjadi teman saya makan habis pulang sekolah. Orang yang sangat telaten mengurus saya kalo lagi sakit. Orang yang sangat saya rindukan…

Saya hanya bisa berharap kami akan bertemu lagi di Surga kelak, meskipun kami tak saling mengenal, saya hanya ingin Tuhan buat saya bisa merasakan kalo orang itu adalah bapak saya. “Yah, bapak gak bisa ngajarin aku main gitar pak 😦 Pak, bapak adalah bapak terbaik di dunia ini. Meskipun bapak gak bisa dateng ke wisuda aku nanti.” Sekalipun aku bisa menahan segalanya, tapi hari ini aku gak bisa pak. Aku rindu bapak..

Sosok pria yang paling rapi menyusun segalanya.. Dan mengajariku banyak hal. Meskipun sosok bapak udah gak ada lagi, tapi Tuhan membimbing mama jadi bapak dan ibu buat kami semua.

“Ada waktu untuk segalanya, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa.”

Makasih Tuhan, penyertaan dan berkatMu selama ini buat kami semua. Kita akan bertemu di surga nanti suatu saat pak.. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s