Persekutuan Jumat PMK STIS

Jumat, 15 November 2013

Hari ini, saya pergi ke acara persekutuan mingguan di kampus saya dengan suatu perasaan yang besar untuk bisa dapat pembicara yang bagus dan pesannya sampai. Karena, terkadang saya sulit mengingat lama sesuatu, misalnya firman yang disampaikan jumat ini, bisa saya lupa besoknya. Dalam persekutuan di kampus saya ini, saya bertemu banyak orang dan bersosialisasi dengan baik dan menyadari ada sesuatu yang berubah dan saya merasa benar-benar diberkati Tuhan. Waktu saya libur naik tingkat 2 ini, saya mengisi kekosongan waktu di satu hari secara penuh untuk menuliskan hal-hal yang sudah Tuhan kabulkan dalam doa-doa saya dan hal-hal yang saya rindukan untuk Tuhan kerjakan di Tingkat 2 ini buat saya secara pribadi. Salah satu hal yang sudah Tuhan kerjakan adalah memperbaiki hubungan sosial saya yang kurang baik dengan beberapa orang. Kurang baik di sini maksud saya kita bukan musuhan, tapi kita ga ada akrab-akrabnya, yang terasa cuma hawa dingin dan kita berkumpul hanya karena terpaksa oleh keadaan, situasi maupun event-event tertentu, tapi dari saya tingkat 2 ini, Puji Tuhan kami bisa akrab semua dan jauh lebih baik dari yang saya harapkan.

Karena saya merasa perlu untuk menuliskan ini, saya mendapat berkat yang besar dari pembicara PERKANTAS yang khotbah di PJ tadi.. Tema ibadahnya itu Hidup yang diselamatkan dan Keselamatan yang dihidupi.
Nah dalam kamus bahasa Indonesia, selamat itu ada 2 artinya:
1. Terbebas dari bahaya
2. Terhindar

Mari buka Efesus 2:8-10
Kita diselamatkan dari…(Ayat 1-3)
1. Mati
2. Murka Allah

Mati itu ada 3 yaitu:
1. Mati dimana Tubuh berpisah dengan Roh
2. Tubuh dan Jiwa menyatu, tapi tidak ada Tuhan (Mati secara Rohani)
3. Mati kekal

Di dalam diri Yesus, kasih dan keadilan itu bertemu. Karena Dia mengasihi kita, dia rela mengorbankan diriNya di kayu salib demi menebus dosa kita yang sering buang-buang waktu, dosa kita melawan orangtua, dosa kita benci sama orang dll. Karena Ia adil dan penuh kasih, hukuman yang seharusnya kita tanggung, ditanggung olehNya sendiri, karena memang haruslah demikian.. Supaya kita diselamatkan. Makanya kita diselamatkan dari kematian kekal kepada hidup yang kekal.

Lalu, apa sih Keselamatan yang dihidupi itu?
Keselamatan yang dihidupi itu adalah kita menjalankan semua hal baik termasuk study kita dengan sungguh-sungguh dan serius yang sudah dipersiapkan oleh Allah sendiri. Kalo kita tidak melakukan itu semua sepeuh hati, maka kita berdosa. Keselamatan itu juga adalah melakukan pekerjaan baik.

Pernahkah kamu bertanya sama Tuhan, Tuhan kenapa ya aku kuliahnya di sini? Apa sih yang Tuhan mau aku lakukan di sini Tuhan?
Jujur, saya pribadi gak menanyakan hal ini ketika pertama masuk kuliah di STIS, saya juga bingung mau jawabnya apa. Dan saya pun gak begitu mengerti apa maksud Tuhan menempatkan saya di sini…
Maka dari itu, Keselamatan yang dihidupi itu punya 2 mandat, apa aja tuh?
1. Mandat Injil.
Kita semua memiliki harta Injil yaitu sesuatu untuk dikabarkan pada banyak orang. Dimana kita harus jadi kesaksian melalui perkataan, tingkah laku dan sikap kita. Dengan demikian orang-orang pasti bertanya ” Kok bisa ya dia baik gitu?” Dan nama Tuhanlah yang dipermuliakan.
Kalo saya pribadi merasa belum menjadi kesaksian dari tingkah laku saya. Saya rasa saya masih tergolong orang yang datar-datar aja, belum bisa bawa orang ke arah positif, tapi kalo ke arah negatif juga saya gak ada buat orang ke arah yang misalnya jadi ngerokoklah atau apalah. Saya masih harus memperbaiki diri lagi ke depannya.

2. Mandat Budaya
“Saya heran kenapa ada orang cinta Tuhan, tapi gak cinta sama studynya. Ada yang salah sepertinya.” , kata pembicaranya. Kalo kita cinta Tuhan, pasti kita mencintai study kita. Mungkin, selama ini kita belajar sebagai mahasiswa/i untuk nilai, taku di-DO, biar naik tingkat dan terhindar dari ancaman-ancaman tersebut. Tapi, kalo emang kita bener-bener cinta sama Tuhan, kita bakal bahas semua buku baik wajib, maupun tambahan plus ngerjain semua soal-soal yang ada dan belajar semuanya sungguh-sungguh, menguasainya. Karena itu mandat Tuhan, “buat apa terlihat begitu aktif dan holy, tapi suka bolos dan ogah-ogahan dalam kuliah?” Bukan itu yang Tuhan mau, Tuhan pilih kita untuk jadi pemenang, bukan jadi orang cemen!!!
“Perlu bersyukur ya teman-teman, sekitar 2% penduduk Indonesia yang bisa study dan sedikit dari 2% itu yang bisa masuk ke sekolah pemerintahan seperti kalian.” Sudah sewajarnyalah kalian belajar sungguh-sungguh karena itu pemberian Tuhan, It’s only by His Grace.
Serius gak studymu?
Gak usah mikir jauh-jauh deh, oh nanti saya mau jadi kepala BPS, saya mau jadi Ahli ini, saya mau sekolah di Luar Negeri>>>> Okey!!! Kalo kamu masih ga serius sama studymu, lupakan saja itu!!! (Saya bener-bener terketuk, dan ditegur keras dari Firman yang disampaikan ini, selama ini saya ga rajin belajar, dan terlalu banyak Wasting Time dalam hal-hal yang gak guna sama sekali kayak buka internet terlalu lama, dengerin musik terlalu lama dll)
Intinya adalah Pikirkan aja yang kamu hadapi sekarang, gak usah menghayal sampai ke angkasa jika kamu belum bisa pake 24 jam berharga ini untuk memaksimalkan usaha dan kerjamu bersama TUHAN. (Terimakasih saya dapat teguran keras lagi 🙂 )

Intinya adalah jadilah seorang yang benar-benar menghidupi keselamatan yang udah Tuhan kasih dan kerjakan Tugasmu dengan semaksimal mungkin. Buat saya pribadi Firman hari ini sangat memberkati saya, saya sering bercita-cita besar, tapi jujur saya sering buang-buang waktu saya dan tidak memaksimalkannya untuk mendalami suatu ilmu yang sangat penting untuk pembangunan negara ini dari segala bidang yaitu Statistik. Saya mau jadi ahli yang rajin dari sekarang, karena kalo Statistiknya acak-acakan, berantakanlah suatu negara. Saya gak mau jadi statistisi berotak kosong, dan saya akan berubah dari sekarang.

Makasih Tuhan, semoga ini memberkati. Gak salah kok kalo kamu punya cita-cita tinggi, tapi apa kamu sekarang serius dengan studymu? Apa kamu orang yang cinta Tuhan, tapi gak cinta Study? (Silahkan jawab sendiri) 🙂

Saya hanya berharap saya bisa melakukan firman ini dan komitmen saya bisa saya jalankan secara penuh.

“Enjoy when you can, and endure when you must.” (Johann Wolfgang von Goethe)

A Great Moment in time

Andai ku bisa, pasti aku akan mengulang hari ini. Aku pengen banget bilang, “Ya udah silahkan aja, abadikan semuanya… Jangan malu. Karena beberapa tahun lagi kamu ga akan merasakannya lagi. Puaskanlah segalanya sebelum kamu tak bisa melihatnya lagi.” 🙂 Ingin rasanya supaya kalian tetap bisa bareng-bareng dengan kami sampai kesempatan ikut acara ini udah habis. Makasih buat hari ini PMK STIS… Aku pasti merindukan kakak-kakak tingkat 4 sekarang… Mereka seru-seru orangnya.

Itu adalah alasan kuat buatku untuk menyukai fotografi. Alasannya karena aku ingin sekali menyimpan semua momen-momen yang ga akan bisa terulangi lagi. Aku senang mengabadikan semuanya… Aku senang melihat senyum dan tawa orang-orang. Aku senang beban yang mereka rasakan dalam beberapa waktu terakhir dilepaskan sempurna..

Aku senang mensketsa tiap cahaya dari surya. Setidaknya jika kita tak bisa saling melihat dalam waktu lama, ada yang masih tersimpan. Ah kakak PKK yang tau segalanya, aku pasti merindukanmu, kau adalah sesosok orang yang mengajarkan padaku banyak hal untuk bisa easy going. Kak, kalo kakak bisa sensor wordpress aku, komen ya di bawah (udah ku sembunyikan nih dari ******* kak, biar kakak kreatif sendiri cari alamatnya apa hehehe). Aku ga pernah muji kakak, aku puji di sini aja. Nah, kalo kakak wisuda seoga kameraku bagus ntar..

Puas-puaskanlah mengambil dan menyimpan setiap momen itu, karena belum tentu akan terulang kembali 🙂 Puas-puaskanlah menyanyi dengan semangat…

6 November 2003

Meskipun saya berusaha keras buat gak nangis selagi nulis ini, tapi saya gak bisa bohongi perasaan saya sendiri. Tepat 10 tahun yang lalu jam 5 sore orang paling terkasih dalam hidup saya meninggalkan dunia ini. Sosok yang saya sangat banggakan, paling perhatian sedunia. Orang yang selalu memuji cara baca buku saya waktu masih kecil. Orang yang selalu saya beritahu cita-cita pertama saya jadi Profesor penerbangan. Orang yang selalu menjadi teman saya makan habis pulang sekolah. Orang yang sangat telaten mengurus saya kalo lagi sakit. Orang yang sangat saya rindukan…

Saya hanya bisa berharap kami akan bertemu lagi di Surga kelak, meskipun kami tak saling mengenal, saya hanya ingin Tuhan buat saya bisa merasakan kalo orang itu adalah bapak saya. “Yah, bapak gak bisa ngajarin aku main gitar pak 😦 Pak, bapak adalah bapak terbaik di dunia ini. Meskipun bapak gak bisa dateng ke wisuda aku nanti.” Sekalipun aku bisa menahan segalanya, tapi hari ini aku gak bisa pak. Aku rindu bapak..

Sosok pria yang paling rapi menyusun segalanya.. Dan mengajariku banyak hal. Meskipun sosok bapak udah gak ada lagi, tapi Tuhan membimbing mama jadi bapak dan ibu buat kami semua.

“Ada waktu untuk segalanya, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa.”

Makasih Tuhan, penyertaan dan berkatMu selama ini buat kami semua. Kita akan bertemu di surga nanti suatu saat pak.. :’)

Lebih dari Terima Kasih

Terkadang, saat sedih, putus asa, aku lebih memilih diam dan tidak menceritakan pada orang lain. Karena mengeluh itu tidak dapat memberikan apa-apa. Beberapa hari yang lalu, aku bener-bener ga semangat, ga bisa senyum dan ketawa lepas. Tapi, setelah pembagian adik asuh hari selasa lalu, aku merasa semua beban ini terlepaskan… Dan aku mendapat adik asuh yang baik dan cantik. Aku sempat nanya gimana kriteria kakak asuh yang dia mau dan itu lucu, ramah sama suka masak (Tolong garis bawahi ya, saya suka masak? :D) Saya minta adik asuh yang suka makan, tapi bukan suka dimasakin juga kali, hehehe… Kami punya beberapa kesamaan dan salah satunya adalah Bapak kami udah meninggal, dia gak punya kakak dan aku gak punya adik. Huruf belakang namanya juga sama dengan aku.. Belum lagi ada statusnya yang terkait kakak asuh di FB dan itu buat aku terharu, aku tau itu, karena ga sengaja muncul di Timeline dan aku pura-pura ga tau sama bersikap biasa aja… Bagiku tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita ditempatkan di dunia ini bersama dengan orang-orang yang kita kenal untuk menjadi saluran banyak hal bagi mereka. Aku juga senang mendapat adik asuh sesuai harapan saya.

Banyak hal yang aku sudah share dengan adik asuhku ini dan aku bersyukur sama Tuhan karena aku punya ‘adik baru’ di dunia. Dan kemarin malam, aku udah niat banget nih ya buat ga mau belajar sama sekali. Bahkan Kumpul SES Sesi 4 aja aku gak ikut, saking bad mood gara-gara pelajaran kuliah 😦 Tiba-tiba ada seorang malaikat dikirim Tuhan untuk memperhambat kemalasanku ini..
C:Pris, belajar yuk?
P:Sekarang? Tunggu ya aku makan dulu.. belajar apa?
C:Apa ajalah..
P:Ya udah tunggu ya..
Aduh beneran, kami belajar dan tanya sama abang tingkat dan dia bilang kami udah bisa ikut Kompre.. baru pertemuan 2 udah masuk ini, dan kami sebenernya ngerjain PR, dan itu Matkul inti semua yang kamu tau (Kalo kamu sekampus aku, pasti ngerti deh Satatistika itu gimana susahnya). Dan semuanya pada gak ngerti gitu… Akhirnya kami putuskan ngerjain PR MPC, dan tinggal dikit lagi sama PR Metstat yang baru diupload temen, Oh My… kami ngerjainnya pelan-pelan, sampe SKK aku bilang ke temenku ini awas, jangan lama-lama! Gak bisa tidur lama-lama dia ini (orang yang dimaksud saya).. Iya sih, saya akui, saya belajar paling lama itu sampe jam 1 itupun sekali waktu besoknya UAS Pengantar Matematika tingkat 1… Dan dia ini ketawa-ketawa karena terharu liat aku bisa tahan sampe jam setengah 2 pagi. Dan soal-soal itu berliku-liku tingkat kesulitannya. Alhasil dari 4 PR kami, 2 matkul selesai 95% (dengan selingan cerita masa lalu sambil ketawa-ketawa juga :3)dan 2 lagi belum. Puji Tuhan 🙂

Yang mau aku bagiin di sini adalah aku gak tau apa yang mau aku bilang sama Tuhan, kalo dia berwujud nyata jadi orang yang bisa kita sentuh, lihat dan bener-bener kita lihat. Aku ga tau rasanya gimana. Yang bisa aku ungkapkan sama Tuhan adalah suatu perasaan lebih besar, jauh lebih besar dari rasa Terimakasih mendalam… Di tengah kesulitan dan rutinitas kuliah yang bikin kesel, bingung, marah, khawatir, BT,dll Tuhan berikan kita orang-orang di sekitar kita yang sangat amat mendukung kita. Tuhan berikan kita kesulitan untuk melatih kesabaran kita dan karakter hati kita. Tuhan berikan orang-orang di sekitar kita untuk mengembalikan senyum dan tawa kita yang sudah lama tidak terlepaskan secara sempurna. Thanks adik asuh, thanks temen yang suka ngajak belajar bareng tiba-tiba 😀

Guys, kadang hidup terlalu bodoh hanya untuk dirasakan kesulitannya. Karena kalau kamu cuma terpaku dengan itu, kamu gak akan bisa merasakan kasih teman-temanmu dan melihat cara Tuhan untuk membuatmu tersenyum dan tertawa melalui mereka, cara Tuhan buatmu gak malas-malasan dll. Tuhan, aku ga bisa mengungkapkan dengan beribu bahasa, betapa bersyukurnya aku, bahwa Tuhan udah kasih orang-orang ini untukku 🙂 🙂 🙂

“Kesulitan yang Tuhan beri hanya untuk memperbesar kapasitas hati dan pikiran kita. Dan Dia tidak membiarkan kita sendiri melakukan segalanya, dia kirimkan orang-orang ini untuk membuat segalanya menjadi lebih ringan.”(Lala-29/10/2013)

Terimakasih banyak… 🙂
<<>>