Nomaden

Well, kenapa tulisan malam ini judulnya nomaden ya?
Sejarahnya, pada zaman dulu nenek moyang manusia hidupnya berpindah-pindah (nomaden). Tapi, kali ini bukan soal tempat tinggal yang pindah-pindah, tapi soal tempat hati yang pindah-pindah :3 eits, kalo udah bicara hati ini mah sangat sensitif, nah yang perlu saya perjelas di sini soal ehm ehm ehm.. Soal perbincangan hangat dan sangat menyenangkan soal pendidikan bersama abang, kakak ipar saya dan mama saya sewaktu makan tadi.

Saya sih udah dikasih banyak tips buat sekolah dan lain-lain dari abang saya yang paling gendut sedunia ini. Saya senang karena apa yang dia ceritakan sangat menyenangkan. Apalagi makin banyak saja yang memotivasi baik dari social media maupun dari saudara-saudara saya. Emang sih, sepertinya rada terlalu visioner dalam beberapa tahun ke depan, tapi menurut saya, selama kerinduan kita itu bersih dan jujur sepenuhnya dan bukan untuk kesombongan diri, pasti Tuhan akan buka jalan buat setiap cita-cita kita.

Senang sekali, saya mendapat dukungan yang besar dari keluarga saya atas setiap hal yang tadi sudah saya ceritakan 😀
Saya hanya mau supaya apa yang saya dapat melalui pendidikan saya dapat saya terapkan dengan baik dan membantu banyak orang sehingga bisa membangun negara ini, Indonesia 🙂 Saya hanya mau keinginan saya benar-benar tulus, karena tanpa kerendahan hati dan ketulusan, Tuhan tidak akan berkenan untuk memberkati kita.

By the way, kata bapak-bapak yang kerja dengan abang saya, Indonesia itu punya banyak orang pintar, tapi kurang diajarkan aplikasinya (Kurang lihai dalam penerapan bidang ilmunya). Kalau saran saya sih, buat pendidikan Indonesia, lebih banyak langsung ke terapan aja sih, biar langsung bisa praktek dengen baik di kerjaan. Kalo di Melbourne University, Dosen nya bacain slide dan sepanjang jam kuliah itu mahasiswanya bergantian bertanya, sehingga pertanyaan yang menyangkut pelajaran itu dibuka secara random oleh dosennya, sehingga kadang tidak semua slide terbahaskan, tapi dengan begitu mahasiswanya jadi langsung mengerti dengan aplikasi, karena kalau teori bisa dibaca sendiri dan ditanya aja ke dosen. Nah itu sih yang harus dikembangkan Indonesia buat menyongsong perdagangan bebas tahun 2015 nanti. Indonesia pasti bisa!!!
Tuhan Yesus memberkati!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s