Gelas Kaca

Secercah senyum temani hari dalam sepi
Ku tak mengerti, sontak semua kurasa
Sontak saja semua ku tahu
Bunga saja segar, tak pernah lesu mahkotanya
Tapi aku?
Gelas itu sudah melekat erat
Tutupnya , tak ada yang mampu
Tak ada yang mampu membukanya
Sejak lama isinya sudah meluap
Tapi tak pernah sekalipun
Embun sanggup melunakkannya…
Tapi, senyum itu sudah hilang
Gelas itu sudah pecah
Dia sadar isinya tiada guna
Dia rasa dia tak berarti
Terkadang ku merasa seperti gelas itu
Tiada penting dan berarti buat siapapun
Itulah mengapa kuhapus dan kupecahkan semua perasaanku
Supaya aku menjadi gelas hiasan
Yang tak menyimpan apa pun
Dan merasakan apapun

By:Priskila Saragih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s