Kenangan temanku

Malam ini, 9:58 PM Saturday, March 09, 2013

Aku mencatat ini supaya sampai selamanya aku tak melupakannya dari pikiranku kalo aku punya teman orang papua nama panggilannya “Chory”, sebenarnya dia sih orang Toraja, tapi  menurutnya wajah dan fisiknya lebih berat sama mamanya yang orang papua. Dia ini asalnya dari Merauke.

Dia selalu mengatakan “geli-geli” dengan “gili-gili”, dan sering menjawab hal-hal sederhana dengan waktu lebih dari 3 menit. Bahasa yang digunakannya juga merupakan predikat semua, dia selalu saja berteman dengan orang batak dan kata-kata yang dia tau cuma “Marsahit do ho”, tapi satu yang pasti ada satu kata lagi yang dikuasainya malam ini dan ups, sorry aku gak ingat apa, kayaknya aku harus banyak belajar bahasa batak lagi nih, supaya bisa melestarikan budaya Indonesia gitu…

Tapi kami terpaksa berpisah dengannya karena suatu hal, padahal karena dia, aku sama temen kontrakanku yang lain jadi lebih akrab, bergaul dengannya bisa membuat jantung kita sehat karena tertawa “gili-gili” melihat tingkahnya yang lucu, dia sudah mau berusia 20 tahun tepat juni nanti tapi sifatnya seperti bayi, seperti balita… 

terkadang, bukan terkadang sih, tapi seringkali kami sengaja mengganggunya, gelitikin dia dan itu buat kami tertawa terbahak-bahak. Bayangkan dia pernah mandi jam 2 pagi!!! dan dengan santai keluar kamar mandi bilang “ah segar”, memang parah banget nih orang, tapi kocak abis, oh ada lagi dia pernah minta temenin temenku beli air dingin (alias minuman dingin yang dijual di luaran) dan kamu tau gak itu tuh jam 11 malam!!!

Cor, mungkin kita bakal berpisah, atau mungkin gak bisa ketemu lagi samamu kalo kau ke Papua lagi, atau suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi gak sengaja atau sengaja juga boleh, tapi aku gak akan pernah menghapus memoriku tentangmu, dan kapanpun kau butuh kami, kami selalu ada buatmu, okey!!!

Salam hangat kami dari ADK (Temen Magra), kontrakan dan lain-lain…

Semangat ya Chory!!!

 

Ini foto kami sama dia

Advertisements

campur aduk

Puji Tuhan, aku lulus semester 1, kini aku melangkah ke semester 2 penuh sukacita dan kesiapan untuk lebih bijaksana melakukan banyak hal, walaupun jujur aku sedih juga. Aku sedih bukan karena apa-apa, tapi aku sedih karena tidak bisa mengenal orang-orang yang sekarang tidak bisa bersama-sama denganku lagi karena aku yang kurang peka, kurang perhatian, dan terlalu egois memikirkan diri sendiri. Sampai-sampai aku tidak bisa membantu orang lain yang bisa ku bantu.

Saat menulis ini, jujur mataku berkaca-kaca, aku gak tau harus berkata apa, atau menyemangati apa, aku hanya bisa bilang semangat!!! padahal, kalau aku ada di posisi mereka, aku gak tau apa aku mau ketemu mereka atau enggak.

Tapi, satu yang harus diketahui misiku di semester 2 ini adalah Belajar keras, cerdas, semangat supaya aku menguasai setiap mata kuliah dan dapat membantu temanku yang kurang mengerti khususnya teman-teman satu komunitas di Rohkris.

Itu semua kulakukan supaya nilaiku meningkat pasti, tapi ini lebih ke arah supaya mendapatkan ilmu yang baik dan mengerti luar biasa, dapat menerapkannya di pekerjaan sebagai statistisi nanti dan bisa membantu menjaga teman-teman untuk bisa survive di sini.

Tuhan, aku minta kesehatan yang sempurna, semangat, kesegaran hati, jiwa, rohani dan fisik buatku, keluargaku, kerabatku, dan semua teman-temanku serta orang yang aku kenal. 

AKU BERSYUKUR PADAMU BAPA, KARENA ENGKAU TELAH MENGHADIAHKAN TIKET SEMESTER 2 PADA ULANG TAHUNKU, MESKIPUN ITU SUDAH LAMA, TAPI INILAH YANG KU MINTA DARIMU TUHAN.

 

Lagu inspirasiku:

Tiada s’perti Kau

Yang t’lah menjamah seg’nap hatiku

Tak seorang pun di dalam hidup ini…

S’perti Kau Tuhan (Yesus)

 

Perasaanku saat ini

Hai hai, saat ini aku mau cerita soal pembagian IP yang tinggal berapa jam lagi, sejujurnya aku takut banget kalo aku gak bisa survive di sekolah ini, itu berarti aku gak mensyukuri kesempatan yang udah Tuhan beri dalam hidupku. 

Tuhan, kalo boleh aku cerita aku takut Tuhan, tapi satu hal kupercaya apa yang telah Kau buka, tidak akan Kau tutup. Engkau yang telah meluluskan aku di sini, Kau juga yang akan meluluskan dan membuatku berhasil tepat waktu 4 tahun aku akan lulus dari sini.

Aku percaya berkatMu atasku melimpah, tidak akan jadi ekor aku Bapa, aku akan jadi Kepala. Kau pun tak’kan mempermalukan anakMu.